Senin, 01 Juni 2020

Luka


aku selalu menanamkan mawar pada setiap pandanganku padamu kasih 
tanpa aku sadar bahwa mawar memiliki duri yang siap untuk melukai. 
mungkinkah mawar yang kutanam juga melukaiku kasih?
atau mungkin aku yang terlena akan keindahan mawar ini ?

mawar yang kutanam mulai menunjukkan warnanya
merah merona bagai warna pipimu yang tersipu malu
merah bagai darah yang mengalir mengairi tangkai yang dipenuhi duri
dan aku masih tak merasakan luka, 
 
semakin hari yang kurasakan bahagia 
tanpa memikirkan luka 
hingga pada suatu saat luka itu ada
darah yang mengalir semakin terasa dan nyata 

aku mulai tak merasakan keindahanya 
semakin aku mencari keindahan itu semakin dalam duri itu menancapkan lukanya 
luka yang dulunya maya sekarang menjadi nyata 
air mata yang mengalir berubah menjadi aliran darah

siksaan dan tangisan kali ini bersatu padu untuk menghancurkan
menghancurkan pandanganku tentang keindahan 
penyesalan datang untuk menjadi klimaks dari kehancuran  
dan kesadaran datang untuk menjadikan sebuah pengalaman 

~Goestav. Emdiansyah

2 komentar: