aku selalu menanamkan mawar pada setiap pandanganku padamu kasih
tanpa aku sadar bahwa mawar memiliki duri yang siap untuk melukai.
mungkinkah mawar yang kutanam juga melukaiku kasih?
atau mungkin aku yang terlena akan keindahan mawar ini ?
mawar yang kutanam mulai menunjukkan warnanya
merah merona bagai warna pipimu yang tersipu malu
merah bagai darah yang mengalir mengairi tangkai yang dipenuhi duri
dan aku masih tak merasakan luka,
semakin hari yang kurasakan bahagia
tanpa memikirkan luka
hingga pada suatu saat luka itu ada
darah yang mengalir semakin terasa dan nyata
aku mulai tak merasakan keindahanya
semakin aku mencari keindahan itu semakin dalam duri itu menancapkan lukanya
luka yang dulunya maya sekarang menjadi nyata
air mata yang mengalir berubah menjadi aliran darah
siksaan dan tangisan kali ini bersatu padu untuk menghancurkan
menghancurkan pandanganku tentang keindahan
penyesalan datang untuk menjadi klimaks dari kehancuran
dan kesadaran datang untuk menjadikan sebuah pengalaman
~Goestav. Emdiansyah

Mantap 👍
BalasHapusTernyata ohh ternyata...
Hapus