Minggu, 02 Agustus 2020

Republik Janji

Kami adalah penjual janji
Realisasi silakan negosiasi
Persetan dengan kitab suci
materai hanyalah sebagai formalitas agar dapat dipercayai  

Jabatan yang tinggi
Kamu yang ingin kumiliki
Harta yang katanya hanya mimpi
Semua luluh dengan iming-iming janji

Kami adalah pegumbar janji
kami hanyalah mencari kepuasan diri
Dan untuk hati yang tersakiti
Siapa yang peduli ?!

~Goestav. Emdiansyah

Jumat, 31 Juli 2020

Semoga Hari ini

Aku berserah diri kepada malam yang sunyi
Dan tuhan yang maha membolak-balikkan hati
Semoga Engkau dapat mendengarkan keresahan yang telah mati karena kebisingan yang tak henti-henti

Aku berserah diri kepada datangnya mentari
Dan tuhan yang maha suci
Semoga segala kehadiran 
tak beresiko menyakiti hati

Aku berserah diri kepada panasnya mentari
Dan tuhan yang maha mengawasi
Semoga hati ini dapat memilih
Antara mencintai atau membenci

Aku berserah diri kepada hilangnya mentari
Dan Tuhan yang maha mengasihi
Semoga segala yang terjadi
dapat kurelakan pergi

~Goestav. Emdiansyah





Jumat, 03 Juli 2020

Asmaraloka #2

aku pernah memutuskan untuk berjalan sendiri
dan aku pernah memutuskan untuk membenci dan berhenti mencintai 
namun ketika aku semakin menumbuhkan rasa benci
semakin tumbuh juga benih-benih rasa yang telah mati

iya...
dua rasa itu sangat membingungkan...
yang mencinta akan membenci dan yang membenci akan mencinta
itu mungkin adalah sebuah slogan untuk dua perasaan yang memiliki banyak perbedaan

semakin kau rasa cinta, 
rasa takut akan kehilangan akan menumbuhkan sebuah kecemburuan    
semakin kau rasa benci, 
cemoohan akan menumbuhkan sebuah perhatian 

semakin hari aku semakin sadar
bahwa membenci dan mencintai adalah satu kesatuan
meski dua rasa itu sangat jelas memiliki perbedaan 
yang harus kau tahu bahwa kedua rasa itu memiliki rindu dan kenangan yang tak terlupakan 

~Goestav. Emdiansyah

Rabu, 01 Juli 2020

Asmaraloka #1

mencintai akan membuatmu memiliki banyak janji
mencintai juga mempunyai visi dan misi
sayangnya didalam mencintai kau tak akan berkoalisi
mencintai adalah sebuah definisi yang hanya bisa kau ciptakan sendiri

tak sedikit sebuah kisah yang dibangun dengan alur sama memiliki akhir yang sama 
ketika kau bangun alurnya dengan begitu indahnya, akhirnya akan menjadi duka 
sebaliknya ketika kau bangun alurnya dengan buruknya, akhirnya akan menjadi bahagia 
tak akan ada yang mengerti akhir dari sebuah kisah cinta 

~goestav emdiansyah 


Jumat, 05 Juni 2020

Antara Kopi, Cinta, dan Rindu




kopi itu cinta
dan cinta itu adalah rasa
didalam kopi ada candu 
didalam cinta ada rindu 

ketika secangkir kopi kuseduh  
aku semakin candu untuk mencintai dan merindukanmu
dan ketika kumulai mencumbu cangkir itu
aku merasakan kamu berada disisiku

ku halau nafsuku untuk menghabiskan seduhan kopi itu
karena aku ingin berlama-lama denganmu
mungkin terlihat halu
namun, itulah obat untuk membalas rindu karena lama tak bertemu

kopi, cinta, dan rindu
akan selalu mewakilkan sebuah perasaan tentang kamu
tentang cerita cinta yang selalu halu
dan tentang sebuah keresahan yang selalu membuatku candu

~Goestav. Emdiansyah



Senin, 01 Juni 2020

Luka


aku selalu menanamkan mawar pada setiap pandanganku padamu kasih 
tanpa aku sadar bahwa mawar memiliki duri yang siap untuk melukai. 
mungkinkah mawar yang kutanam juga melukaiku kasih?
atau mungkin aku yang terlena akan keindahan mawar ini ?

mawar yang kutanam mulai menunjukkan warnanya
merah merona bagai warna pipimu yang tersipu malu
merah bagai darah yang mengalir mengairi tangkai yang dipenuhi duri
dan aku masih tak merasakan luka, 
 
semakin hari yang kurasakan bahagia 
tanpa memikirkan luka 
hingga pada suatu saat luka itu ada
darah yang mengalir semakin terasa dan nyata 

aku mulai tak merasakan keindahanya 
semakin aku mencari keindahan itu semakin dalam duri itu menancapkan lukanya 
luka yang dulunya maya sekarang menjadi nyata 
air mata yang mengalir berubah menjadi aliran darah

siksaan dan tangisan kali ini bersatu padu untuk menghancurkan
menghancurkan pandanganku tentang keindahan 
penyesalan datang untuk menjadi klimaks dari kehancuran  
dan kesadaran datang untuk menjadikan sebuah pengalaman 

~Goestav. Emdiansyah