Jumat, 30 Juli 2021

halu

aku terbuai dengan parasmu,
dengan kelakuanmu yang selalu muncul dalam beranda media sosialku.
sampai-sampai kau membuatku rindu,
dan kau membuatku candu dengan semua kelakuanmu
aku tahu kau tak pernah memikirkanku
bahkan berpikir bahwa aku adalah belahan jiwamu
sereceh itukah perasaanku ?
hanya dengan melihat postingan diakun media sosialmu,
aku jatuh cinta kepadamu.

~Goestav. Emdiansyah~



Salah Pemerintah

Bangun siang, salah pemerintah
Tidur pagi, salah pemerintah 
Semua salah pemerintah
Ternyata salah yang merintah

Lowongan kerja sedikit, salah pemerintah
Pengangguran, salah pemerintah
Semua salah pemerintah
Pemerintah segala perintah

Unjuk rasa dimana-dimana,
Koruptor keluar masuk penjara,
Peraturan hanya terlihat sebelah mata, 
ITU JELAS SALAH PEMERINTAH!!! 

Rakyat jelata menjadi tempat asuransi jiwa bagi orang-orang kaya
Semaunya... 
Mereka yang berkuasa
SALAH SAPA LAGI? 
YA PEMERINTAH!! 

Mencintai insan, salah pemerintah
Patah hati, salah pemerintah
Semua salah pemerintah
Titik


~Goestav emdiansyah



Senin, 14 September 2020

Katanya Beda, ternyata sama



Aku begini
Kamu ikut begini,
Dia juga begini,
Akhirnya mereka juga ikut-ikut begini

Aku begitu
Kamu ikut begitu,
Dia juga begitu,
Akhirnya mereka juga ikut-ikut begitu

katanya beda,
Tapi ternyata sama.

Mereka saja begitu
Dia saja begitu
Kamu saja begitu
Masak aku begini

Mereka saja begini
Dia saja begini
Kamu saja begini
Masak aku begitu

Katanya beda, 
Tapi ternyata sama.

Jangan begitu, itu salah.
Yang bener itu begini.
Jangan begini, itu salah.
Yang bener itu begitu.

Masa bodoh!
Aku berbeda!


~Goestav. Emdiansyah


















Minggu, 02 Agustus 2020

Republik Janji

Kami adalah penjual janji
Realisasi silakan negosiasi
Persetan dengan kitab suci
materai hanyalah sebagai formalitas agar dapat dipercayai  

Jabatan yang tinggi
Kamu yang ingin kumiliki
Harta yang katanya hanya mimpi
Semua luluh dengan iming-iming janji

Kami adalah pegumbar janji
kami hanyalah mencari kepuasan diri
Dan untuk hati yang tersakiti
Siapa yang peduli ?!

~Goestav. Emdiansyah

Jumat, 31 Juli 2020

Semoga Hari ini

Aku berserah diri kepada malam yang sunyi
Dan tuhan yang maha membolak-balikkan hati
Semoga Engkau dapat mendengarkan keresahan yang telah mati karena kebisingan yang tak henti-henti

Aku berserah diri kepada datangnya mentari
Dan tuhan yang maha suci
Semoga segala kehadiran 
tak beresiko menyakiti hati

Aku berserah diri kepada panasnya mentari
Dan tuhan yang maha mengawasi
Semoga hati ini dapat memilih
Antara mencintai atau membenci

Aku berserah diri kepada hilangnya mentari
Dan Tuhan yang maha mengasihi
Semoga segala yang terjadi
dapat kurelakan pergi

~Goestav. Emdiansyah





Jumat, 03 Juli 2020

Asmaraloka #2

aku pernah memutuskan untuk berjalan sendiri
dan aku pernah memutuskan untuk membenci dan berhenti mencintai 
namun ketika aku semakin menumbuhkan rasa benci
semakin tumbuh juga benih-benih rasa yang telah mati

iya...
dua rasa itu sangat membingungkan...
yang mencinta akan membenci dan yang membenci akan mencinta
itu mungkin adalah sebuah slogan untuk dua perasaan yang memiliki banyak perbedaan

semakin kau rasa cinta, 
rasa takut akan kehilangan akan menumbuhkan sebuah kecemburuan    
semakin kau rasa benci, 
cemoohan akan menumbuhkan sebuah perhatian 

semakin hari aku semakin sadar
bahwa membenci dan mencintai adalah satu kesatuan
meski dua rasa itu sangat jelas memiliki perbedaan 
yang harus kau tahu bahwa kedua rasa itu memiliki rindu dan kenangan yang tak terlupakan 

~Goestav. Emdiansyah

Rabu, 01 Juli 2020

Asmaraloka #1

mencintai akan membuatmu memiliki banyak janji
mencintai juga mempunyai visi dan misi
sayangnya didalam mencintai kau tak akan berkoalisi
mencintai adalah sebuah definisi yang hanya bisa kau ciptakan sendiri

tak sedikit sebuah kisah yang dibangun dengan alur sama memiliki akhir yang sama 
ketika kau bangun alurnya dengan begitu indahnya, akhirnya akan menjadi duka 
sebaliknya ketika kau bangun alurnya dengan buruknya, akhirnya akan menjadi bahagia 
tak akan ada yang mengerti akhir dari sebuah kisah cinta 

~goestav emdiansyah