Jumat, 31 Juli 2020

Semoga Hari ini

Aku berserah diri kepada malam yang sunyi
Dan tuhan yang maha membolak-balikkan hati
Semoga Engkau dapat mendengarkan keresahan yang telah mati karena kebisingan yang tak henti-henti

Aku berserah diri kepada datangnya mentari
Dan tuhan yang maha suci
Semoga segala kehadiran 
tak beresiko menyakiti hati

Aku berserah diri kepada panasnya mentari
Dan tuhan yang maha mengawasi
Semoga hati ini dapat memilih
Antara mencintai atau membenci

Aku berserah diri kepada hilangnya mentari
Dan Tuhan yang maha mengasihi
Semoga segala yang terjadi
dapat kurelakan pergi

~Goestav. Emdiansyah





Jumat, 03 Juli 2020

Asmaraloka #2

aku pernah memutuskan untuk berjalan sendiri
dan aku pernah memutuskan untuk membenci dan berhenti mencintai 
namun ketika aku semakin menumbuhkan rasa benci
semakin tumbuh juga benih-benih rasa yang telah mati

iya...
dua rasa itu sangat membingungkan...
yang mencinta akan membenci dan yang membenci akan mencinta
itu mungkin adalah sebuah slogan untuk dua perasaan yang memiliki banyak perbedaan

semakin kau rasa cinta, 
rasa takut akan kehilangan akan menumbuhkan sebuah kecemburuan    
semakin kau rasa benci, 
cemoohan akan menumbuhkan sebuah perhatian 

semakin hari aku semakin sadar
bahwa membenci dan mencintai adalah satu kesatuan
meski dua rasa itu sangat jelas memiliki perbedaan 
yang harus kau tahu bahwa kedua rasa itu memiliki rindu dan kenangan yang tak terlupakan 

~Goestav. Emdiansyah

Rabu, 01 Juli 2020

Asmaraloka #1

mencintai akan membuatmu memiliki banyak janji
mencintai juga mempunyai visi dan misi
sayangnya didalam mencintai kau tak akan berkoalisi
mencintai adalah sebuah definisi yang hanya bisa kau ciptakan sendiri

tak sedikit sebuah kisah yang dibangun dengan alur sama memiliki akhir yang sama 
ketika kau bangun alurnya dengan begitu indahnya, akhirnya akan menjadi duka 
sebaliknya ketika kau bangun alurnya dengan buruknya, akhirnya akan menjadi bahagia 
tak akan ada yang mengerti akhir dari sebuah kisah cinta 

~goestav emdiansyah