Minggu, 09 Juni 2024

Trauma

A : aku adalah anak kampung, datang jauh-jauh dari pelosok kota, berharap dapat menaikkan derajat orang tua, menimba ilmu untuk jaminan masa depan yang cemerlang, tapi nyatanyaa .... (Siluet menggambarkan dia dipandang sebelah mata)
 B : Dasarrr Kampungannn.... Mimpimu terlalu tinggi!!
C : ahhhh anak kampung bisa apaa kamu itu malu"in sajaa
G : bangunnn woeeee!! Bangunnn jangan kebanyakan tidur
A : yaa bukan segudang ilmu yang kudapatkan melainkan trauma mendalam yang aku rasakan
D : (berkaca) cermin ajaib, bisakah kau tunjukkan wanita tercantik disekolah ini, bukan kahh itu aku ??
(Suara berbisik) : kamu, kamu, kamu, kamu
(Berpikir sejenak diiringi suara cemoohan) Hahahah dasar beast, jelek banget kamu, dekil, jarang mandii, hidup lagi.... 
D : aaaaaaaaaaaaaaa.... Tapi jika itu aku, kenapaaa ?? Kenapaaa orang-orang tidak mengatakan itu, kenapa hanya kamu??? Kamu pembohong!! Kau hanya mengatakan itu karna kau hanya ingin menghiburku bukann ?? (Membanting kaca)
F : (menangis ) uhukkk uhukkk. tidakah kauu puasss menendangku memukulku mencemoohku, menjadikanku samsak sampai kau hampir membunuhku (batuk karena kesakitan) (siluet menggambarkan dia sedang dibully)
E : hahahahhahaaaaa.... Akulah penguasa disini, akulah yang akan jadi bosnya dann Kaliannn semua itu hanya menjadi pelayanku tidak usahh kalian coba menjadi sok kuat didepanku apalagi sampai berani melawanku. (Siluet menggambarkan dia membully orang)
D : (menutup wajah dengan kain sambil berkaca) untuk sekarang cermin ajaib! aku sudah bersolek dengan cantiknya, bisakah kau jawab siapakah wanita paling cantik di sekolah ini ? (Diam beberapa saat) Heyy cermin.... Jawab akuu (sedikit kesal) kenapa kau diam?!?? Cermin...!! 
F : (menangis sambil tertawa) uhukkkk ahahahahaa.... Pukul lagii akuu haha pukulll.... Biarkan aku mati dan aku tau kaliannn semua akan puas melihatt itu (siluett menggambarkan dia dibully dipukul ditendang dikroyok)
A : (ketakutan minder) mungkin benar kata mereka, aku hanyalah anak kampung yang kampungan, anak yang mimpinya hanya mimpi bukan untuk direalisasi, aaaaaaaaaaaaa a aa aku akuuuu... (Diiringi bisikan cemoohan)
E : cengenggg!!! Kaliannn semua cengenggg pantas jika aku hanya menyebut kalian pelayann... Hahahhahaaaaa.... (Tertawa bersama B, C, G) 
(Sound brubah menjadi menegangkan) 
E : ada apaa inii.... Perasaan apa inii... Apa yang terjadi??? (Merasa panik dan ketakutan)
H : heii.... Untuk apaa kaliann hidup !!?? Apa hanya untuk ditindas oleh orang-orang yang tujuan hidup dan mimpinya tidak jelass!! Tujuan hidup dan mimpi kalian lebih besar dibanding mereka!! Bangkitt!! Jangan berjalan sendiri!!! Bersatulah melawan penindasan!! 
E, B, C, G : s s si siapa kamu!!!
H : aku adalah secercah cahaya yang ada dalam diri mereka!! Aku adalah jati diri mereka, aku adalah aku, bukan pelayanmu bukan budakmu!! Dan aku tak sudi!! Mereka hancur karena ulah orang yang tak tau diri!!!
(Bayang-bayang yang menghantui mereka perlahan menghilang berubah menjadi sebuah perlawanan) 
 A, D, F : (mulai terbangun dan memandang satu sama lain lalu mengangguk) (melepas rantai kepiluan yang sudah mereka alami)
(Sound brubah menjadi senang)
B : darimana datangnya kepercayaan diri kalian!!! (Bayang-bayang yang menghantui A, D, dan F mulai menarik mereka kedalam lubang kehancuran)
E : Lepasskan akuu!!! Lepaskannn aaaaaaaaaa
A, D, F : (melihat siksaan balasan perlkuan yang mereka telah perbuat)
H : aku tau kalian bisa!! Dan kalian harus bisa! Mereka hanyalah orang lemahh yang kuat karena menindas orang.!!! Percayalah pada diri kalian! Rubah ketidak percaya dirian kalian menjadi sebuah langkah untuk menggapai cita-cita kalian!! Bersatulah demi mengungkapkan sebuah keadilan!! 

Terimakasih